Kami dan Pesta Komunitas Makassar

Pertama kali diminta oleh seorang teman Blogger Anging Mammiri untuk menulis tentang Pesta Komunitas Makassar atau yang lebih sering disebut dengan PKM, saya langsung jawab “iya! Bisa, Pasti!” Ya karena sejak PKM 2016 tahun lalu, saya gemas sekali ingin mencurahkan isi hati tentang drama-drama yang terjadi saat itu. Tapi karena ucapan tidak seindah kenyataan dengan sederet aktifitas yang rasa-rasanya 24 jam hampir tidak lagi cukup, sayapun baru menyelesaikan tulisan ini sekarang. Hahaha

Bagi yang belum tahu, PKM apa sih? PKM adalah singkatan dari Pesta Komunitas Makassar yang diselenggarakan oleh teman-teman komunitas yang ada di Makassar. Puluhan bahkan ratusan komunitas di Makassar ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sejak tahun 2014 lalu. Mulai dari komunitas sosial, travelling, pecinta binatang, fotografi, sampai komunitas IT dan hobi. Tahun 2016, tercatat 240 komunitas di Makassar yang ikut bersinergi bersama pada PKM 2016. Kebayang dong, komunitasnya saja bisa sebanyak itu, apalagi pengunjungnya.

Kebetulan saat pertama kali PKM diadakan pada tahun 2014, suami saya Ramabizkid dipercaya oleh teman-teman dari berbagai komunitas untuk menjadi ketua dalam kegiatan ini. Bukan kebetulan sih tepatnya, jebakan!haha. Proses pemilihan ketua yang panjang dan lama karena begitu banyak pertimbangan. Dengan harapan PKM ini dapat menjadi wadah bagi teman-teman komunitas di Makassar untuk mengaktualisasikan diri mereka dan memperlihatkan bahwa anak muda di Makassar tidak hanya selebar layar kaca TV di rumah dengan pemberitaan-pemberitaan yang lebih banyak negatifnya.

Singkat cerita, PKM terbilang sukses, ramai pengunjung dan dilirik oleh Dinas Pariwisata Kota makassar untuk mensponsori kegiatan PKM dan masuk dalam daftar agenda tahunan mereka. Dan Insya Allah tahun ini, PKM kembali diadakan pada tanggal 19-20 agustus 2017 mendatang.

10304967_248383408699477_5513070593488364809_n
PKM 2014
1796473_518391135032035_4482677402106764614_n
PKM 2015

PKM kembali digelar bukan karena menjadi agenda “wajib” setiap tahunnya, melainkan animo dan semangat teman-teman komunitas Makassar yang semakin besar dari tahun ke tahun. Ini bisa saya simpulkan lewat kuisioner yang dibagikan oleh teman – teman panitia kepada seluruh komunitas yang terlibat pada PKM 2016 lalu. Sayangnya saya tidak memegang bukti rekapan kuisioner tersebut, tapi punya dokumentasi foto kalau kuisioner tersebut nyata adanya. Hahaha.

IMG_2211
Kuisioner PKM 2016

Setiap tahunnya, saya dan Ramabizkid tetap memilih untuk aktif dan mendampingi teman-teman komunitas untuk menyukseskan PKM dengan menemani, memberi masukan, dsbnya karena tak jarang teman-teman komunitas menjadikan PKM adalah event pertama mereka. Meskipun semangat kami kadang turun saat mengingat teman-teman yang awalnya bersama-sama menginisiasi kegiatan ini mulai “hilang” satu persatu karena beragam aktivitas yang tidak bisa dihindarkan lagi dan “bla-bla” lainnya.

Mendampingi PKM ternyata bukan hal yang mudah meskipun sudah beberapa kali diadakan. Masalah utama yang selalu sama : Bagaimana menyatukan kepala begitu banyak orang, dengan pemikiran dan latar belakang komunitas yang berbeda-beda sifat dan karakternya. Tangkapan maksud yang berbeda sedikit saja bisa membuat ketersinggungan antar komunitas. Belum lagi pro dan kontra tentang PKM yang harus kami tepis satu persatu. Tak jarang masalah-masalah PKM ini bisa bikin kami beradu argumen karena beda pendapat sampai terbawa pulang kerumah, tapi tidak ditempat tidur! Hahaha.

Saya sudah hafal betul ritmenya, dua bulan sampai H-1 PKM aktivitas yang biasanya padat menjadi padat sekali-banget. Meeting satu ke meeting lainnya. Tingkat ketegangan semakin tinggi, gampang capek dan stress. Omzet usaha menurun karena sering ditinggal, rumah tak terurus berantakan tak karuan. Orang tua kami juga sudah mulai berkomentar ini itu karena sudah mumet sendiri lihat anak-anaknya sibuk untuk hal-hal yang sifatnya non profit ini. Orang-orang yang tidak paham esensi PKM juga sudah mulai bermunculan dengan persepsinya masing-masing. Kami kerja, Ikhlas , Bismillahhirrahmanirahim, PKM, lalu H+1, tepar sejadi-jadinya.

Tapi percayalah, semua itu terbayarkan saat melihat momen dimana teman-teman komunitas bekerja sama dengan orang-orang yang baru mereka kenal untuk menggerakkan orang-orang baru lainnya. Ternyata PKM bisa menggerakkan mereka. Saling terikat dan menjadi keluarga.

Komunitas-komunitas di Makassar pun semakin tumbuh berkembang. Banyak sekali bermunculan komunitas-komunitas baru. Mereka lebih peka, lebih solid, tidak selfish dengan komunitasnya sendiri. PKM adalah tempat untuk aktualisasi diri, punya sarana untuk menunjukkan eksitensi melalui hal yang positif. Komunitas di Makassar tidak lagi jalan sendiri-sendiri, banyak berkolaborasi dari hal kecil sampai hal besar. meskipun hanya sebatas event-event kecil seperti ulang tahun komunitas dll. Dan tidak bisa dipungkiri, banyak komunitas yang sukses beregenerasi karena kegiatan ini. Ya, regenerasi penting untuk memanjangkan usia komunitas.

Dan setelah euforia PKM usai, saya tersisa satu pertanyaan ke Ramabizkid:

“Pa, kenapa kita masih ngurusin PKM di? “

Dan dia jawab :

“Karena tanggung jawab. Kita yang bikin dari awal dan bantu besarkan. Seperti tanggung jawab orang tua ke anaknya, saat mereka butuh bantuan, baru kita tidak ada, kan tidak mungkin ditinggalkan, saya tidak tega!”

 

Pertanyaan saya santai, tapi dijawabnya jleb! Kemudian terselip doa, jadikan yang kami kerjakan berkah untuk kami dan orang sekitar. Amin. Sampai jumpa di Pesta Komunitas Makassar berikutnya 🙂

 

#PestaKomunitasMakassar

#komunitasmakassar

#PKM2017 #PKM2016 #PKM2015 #PKM2014

 

Iklan

9 tanggapan untuk “Kami dan Pesta Komunitas Makassar

  1. Luarbiasa mambiz
    Kalau memang sudah passion pasti ada kepuasan tersendiri ngejalaninnya. Orang kadang bla bla bla di belakang tanpa tau rasa suka dan dukanya untuk hal seperti ini. Menginspirasilah selalu tidak ada ssuatu yg sia-sia. Sukses PKM makassar !! Besar lah!! Tahun ke tahun, generasi ke generasi 😍🤗🙏🏼😇

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s